Gawat, Peneliti Temukan Virus Baru yang Bisa Lenyapkan Populasi Lebah

BERLIN, - Varian Deformed Wing Virus (DWV) yang baru ditemukan dikhawatirkan mengancam populasi lebah global. Populasi lebah sendiri saat ini sudah rentan karena penyebab yang ditimbulkan manusia termasuk penggunaan pestisida, bencana kekeringan, perusakan habitat, polusi udara dan pemanasan global. Selain itu, populasi lebah juga terancam dengan penyebaran tungau varroa.

“Virus Sayap Cacat (DWV) bisa dibilang merupakan ancaman terbesar bagi lebah madu saat ini. Penelitian laboratorium kami telah menunjukkan bahwa varian baru virus tersebut sangat menular dan membunuh lebah lebih cepat,” kata Dr. Robert Paxton yang mengajar di Universitas Martin Luther Halle Wittenberg (MLU), dikutip Sputniknews.

Virus DWV diketahui menyebabkan kerusakan parah pada bagian sayap lebah sebelum akhirnya membunuh serangga tersebut. Varian baru virus DWV ditemukan oleh sekelompok ilmuwan di seluruh dunia yang telah mempelajari virus tersebut selama dua dekade. Para ilmuwan meyakini jika varian baru DWV disebarkan oleh tungau varroa.

Menurut peneliti di MLU yang menggunakan 3.000 set data yang berbeda untuk melacak lokasi varian baru, varian baru telah menyebar ke seluruh Eropa dan telah mencapai semua benua kecuali Australia.

“Analisis kami menegaskan bahwa varian baru sudah menjadi kekuatan yang mendominasi di Eropa. Kami khawatir ini hanya masalah waktu sebelum menyebar ke seluruh dunia,” tambah Dr. Paxton memperingatkan.

Para ilmuwan memperingatkan peternak lebah bahwa tindakan kebersihan dasar dan umum adalah tindakan pencegahan utama terhadap hama yang merusak.

"Langkah-langkah kebersihan dasar dan umum untuk sarang sangat penting bagi peternak lebah dalam hal melindungi koloni mereka dari tungau varroa," kata Dr. Paxton.

Mereka menambahkan bahwa menemukan tungau pada tahap awal infestasi juga akan membantu menyelamatkan sarang yang mereka rawat.

"Lebah adalah makhluk terpenting bagi umat manusia dan lingkungan," tambah Dr. Paxton.

Lebah adalah bagian penting dari planet ini dimana serangga mungil tersebut bertanggung jawab atas 80% dari semua penyerbukan tanaman secara global. Sehingga, mereka bisa disebut sebagai petani yang membantu mendukung dan menanam buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia.



sumber: www.jitunews.com